Menerima pemesanan kreasi uang mahar
corat coret asyik...

Rabu, 02 November 2011

hujan tersadis

     Sore itu aku mencarinya, berharap bahwa hari ini masih ada sisa waktu untuk bersamanya. Masih berharap bahwa akan ada kejutan untukku karena aku ingin mengenang satu tahun yang lalu ketika dia menyatakan cintanya padaku. Aku rinduuu sekali senyuman yang bisa mendamaikan hatiku itu. Sebelum aku menemukannya, hujan telah deras membasahi kampusku tercinta. Aku masih belum menemukannya.


Hujan kembali mereda. Aku mencarinya di Mushola kampus, disetiap kursi disepanjang koridor, di setiap markas orgamawa, dan semuanya, tak kutemukan. Padahal dia bilang kalau dia belum pulang. Akhirnya aku menemukannya. Dia bercanda ria bersama teman - temannya. Indah sekali bisa melihat tawa lepasnya.

Aku menghampirinya, menyapa teman-temannya sebelum akhirnya aku mengajaknya pulang. Ternyata dia tidak membawa motor. Dan kita pulang dengan bersepeda pancal yang aku bawa tadi waktu berangkat ke kampus. Indah ketika bersamanya... Melewati sore yang kabut. Sekabut perselisihanku kemarin dengannya.


Baru separoh perjalanan, tiba - tiba hujan deras mengguyur kota madiun yang berkabut. Akhirnya kamipun berhenti pada sebuah warung makan. Dia mengajakku makan bakso. Lumayan, bisa menghangatkan tubuh yang menggigil diguyur hujan. 


Kami menikmati semangkuk bakso dan secangkir teh hangat yang dihidangkan pelayan. Sore itu sungguh beda dari hari biasanya. Itu karena hari ini hujan pertama kali dikota madiun, dan ini juga pertama kalinya kita baikan setelah bertengkar setiap hari. Jujur, aku mendamba moment - moment seperti ini. Akankah kebahagiaan yang aku rasakan sekarang akan bertahan selamanya??? semoga...


Aku memberanikan diri untuk memandang wajahnya lekat-lekat, mengingat sosok yang telah menemaniku selama satu tahun terakhir. Satu hari yang lalu, hubungan kami genap satu tahun. Dan telah banyak yang kita lalui bersama. Suka, duka, tangis dan tawa. Cemburu dan rindu.... Semua telah kita rasakan. Dua kali kita sempet menemui puncak emosi, dan kata "putus" itupun terucap olehmu, juga olehku. Akankah kali ini aku bisa merasakan ketenangan, tanpa khawatir akan kehilangannya lagi??


tangan - tangan sadis
Dia merasakan tatapanku, dan pandangan itu berbalik kepadaku. Tangannya yang dingin menyentuh wajahku. Tangan satunya menggenggam tanganku. Dia tersenyum, begitu lembut dan tulus. Senyumnya, mampu menggetarkan jiwaku. Jantungku berdetak hebat, dan aliran darahku terasa tersumbat. Anganku melayang, membumbu

ng tinggi ke angkasa.... Aku menyayanginya... Sungguh tak mau kehilangannya kembali.


Sebelum dia membuka mulut untuk mengucapkan sesuatu, HPnya berdering. Sms masuk di hand phone nya. Aku memaksa untuk membaca sms itu. Ternyata feelingku gak meleset. Sms dari seorang cewek yang sangat aku benci. Yang sangat mengusik hubunganku dengannya.
Inilah yang aku baca, "hujan mengingatkanku tentang satu hal (bersamamu)".


Aku sudah muak dengan hubungan ini. .
Hujan ini bukan menjadi hal yang indah lagi. 
Namun ini adalah hujan tersadis yang aku terima!
Lupakan semua tentang kita!







2 komentar:

Hadiyono mengatakan...

Melasmen ta nduk ceritamu...
jangan anggap semua itu cobaan...
Tapi sebuah proses menuju kedewasaan...
Yakin dan percayalah pada yang Kuasa, bahwa suatu saat kamu pasti akan mengerti.
Maka syukuri semua perjalanan ini dan jangan pernah mengeluh.

Cayoo...

Tabah Winopa mengatakan...

syukron mas brow.....
InsyaAllah dah!
^_^

Posting Komentar

tabah's blog Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template and web hosting