Sayang.....
Tahukah engkau, aku sangat menyayangimu. Aku tak mau kehilangan dirimu.
Tapi hari-hari terakhir ini, kamu bukanlah kekasih yang aku kenal dulu. Kau lebih mengedepankan emosi untuk menyelesaikan masalah-masalah kita. Kadang itu hanya masalah kecil, sedikit salah faham. Namun kau bukan yang dulu lagi. Dulu engkau sabar. selalu bisa menangkan hatiku.
Aku tau sayang, engkau terlalu capek dengan semua aktifitasmu. Aku sudah berusaha mengerti kamu. Tapi selalu saja ada hal yang membuatmu salah faham. Kumohon sayang, hentikanlah pertengkaran kekanak-kanakan ini. Kita sudah dewasa.... Apakah selamanya kita akan bertengkar, baikan, kemudian bertengkar lagi, lalu baikan lagi? Jujur aku capek dengan semua ini. Baru satu hari kita berjanji untuk tidak akan memepermasalahkan hal-hal kecil, namun nyatanya... Engkaulah yang memicu pertengkaran ini.
Aku tahu, aku bukanlah siapa-siapa... Bahkan aku tak pernah mempunyai kesempatan untuk membantu meringankan semua bebanmu. Alangkah bahagianya sayang, jika engkau percaya padaku, percaya bahwa aku adalah kekasih yang baik, kekasih yang mau mengerti kekasihnya.... Namun aku rasa, aku tidak mendapatkan itu semua.... Sudahlah, aku terima... Mungkin aku yang salah. Mungkin aku yang terlalu cuek, aku yang gak pernah memperdulikan keadaanmu. Maafkan egoku. Maaf, tak pernah aku bermaksud seperti itu.
Sayang.... Hentikanlah pertengkaran yang tak berguna lagi. Aku mulai capek dengan semua ini. Aku hanya sayang denganmu, tahukah itu? Tak pernah ada yang lain....
Jujurlah padaku jika engkau mulai bosan denganku, maka aku akan rela melepasmu, jika itu kan membuatmu bahagia. Aku rela untukkmu sayang. Tapi aku mohon, hentikanlah tuduhan-tuduhan yang sama sekali tak pernah aku lakukan. Aku hanya sayang kepadamu.
Sekarang semua terserah padamu.
aku capek dengan semua ini, namun masih berharap bahwa engkau bisa mengerti aku, dan menghentikan semua emosi-emosimu.
dariku,
yang menyayangimu.....
0 komentar:
Posting Komentar